Gereja Yang Terletak di Kec. Tebing Tinggi. Kab. Tanjjab Barat, Prov. Jambi KM 03 RT 20 No 34. Mulai Berdiri 08 November 1998

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Tampilkan postingan dengan label Artikel Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Rohani. Tampilkan semua postingan

Berkat 100x Lipat..

BERKAT 100x Lipat..


Tanggal 5 Mei 2005 adalah hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, bersamaan dengan itu anak-anak Tuhan di seluruh Indonesia bersama-sama berdoa, dimana gong TRANSFORMASI tahap kedua akan dibunyikan. Anak-anak Tuhan di Indonesia akan berdoa untuk Indonesia. Kita ingat Tuhan Yesus memberikan beberapa pesan sebelum Dia naik ke sorga, salah satunya adalah di dalam Yohanes 14:1-3, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” Inilah janji Tuhan buat kita, yaitu Tuhan Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Kalau Tuhan Yesus sudah menyediakan tempat bagi kita, maka Dia akan datang kembali menjemput kita, supaya dimana Dia berada kitapun berada, dan kita akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya.

Untuk itu Tuhan Yesus berpesan: "Janganlah gelisah hatimu ...” (Yohanes 14:1). Mungkin hari-hari ini kita gelisah, karena kita ini adalah seperti domba di tengah-tengah serigala di dalam dunia ini. Tetapi pesan Tuhan buat kita adalah "Janganlah gelisah hatimu ...” (Yohanes 14:1). Biarlah dengan perkataan ini kita dihiburkan dan dikuatkan. Mungkin saat ini kita dalam keadaan lemah, gelisah dan mengalami frustrasi, tetapi dalam nama Yesus semuanya itu akan hilang.

Ketika Tuhan Yesus akan naik ke sorga Dia berpesan: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Banyak orang yang berkata: “Sehari setelah Natal, Tsunami melanda Aceh dan Sumatera Utara; sehari setelah Paskah, gempa yang hebat melanda Nias; setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, maka apa yang akan terjadi?” Mereka berkata demikian karena ketakutan. Tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, maka yang akan terjadi adalah Roh Kudus dicurahkan. Kita percaya bahwa Roh Kudus akan dicurahkan secara luar biasa di Indonesia, TRANSFORMASI INDONESIA PASTI TERJADI.

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan secara luar biasa, maka Tuhan memberikan suatu tema yang khusus buat kita yaitu berkat seratus kali ganda. Apa maksudnya? Lukas 6:38, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa kalau kita memberi maka kita akan diberi. Kalau kita memberi sesuatu untuk Tuhan, misalnya kita memberi gula pasir, kita mencedok gula pasir dengan takaran penuh dan kita persembahkan kepada Tuhan. Firman Tuhan mengatakan “Berilah dan kamu akan diberi ...” (Lukas 6:38), inilah takarannya. Kita perhatikan cara Tuhan membalas perbuatan kita, kalau kita memberikan persembahan kepada Tuhan dengan takaran ini, maka Tuhan akan memberikan kepada kita dengan takaran ini juga.

Kita perhatikan caranya, misalnya Tuhan memberikan gula pasir juga kepada kita maka Dia akan mencedok gula pasir dengan takaran penuh sama seperti kita tetapi tidak langsung diberikan. Tuhan memberikan kepada kita dengan takaran yang baik yaitu dipadatkan, kemudian digoncang-goncang sehingga permukaannya turun karena lebih padat. Ditambah lagi isinya, dipadatkan lagi, digoncang-goncang lagi, masih turun lagi, ditambah lagi isinya. Setelah itu isinya tidak bisa ditambah lagi karena sudah penuh, sampai tumpah-tumpah keluar, itulah yang akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.

Kalau kita memberi, maka kita pasti akan diberi. Dan kalau kita memberi dengan ukuran seperti contoh tadi, maka Tuhan akan memberikan kepada kita lebih daripada itu. Kita ingat perumpamaan seorang penabur, kalau hati kita jadi tanah yang subur, maka begitu benih Firman Tuhan ditaburkan akan berbuah 30 kali lipat, 60 kali lipat, atau 100 kali lipat. Demikian juga dengan Tuhan, pada saat kita memberi persembahan kepada Tuhan maka Tuhan juga akan memberikan berkatnya kepada kita. Kita tinggal memilih 30 kali lipat, 60 kali lipat, atau 100 kali lipat? Hari ini yang Tuhan pesankan kepada kita bukan berkat yang 30 kali lipat ataupun yang 60 kali lipat, tetapi yang 100 kali lipat / ganda.

KUNCI BERKAT SERATUS KALI GANDA

Apa yang dimaksud berkat seratus kali lipat? 1 Korintus 2:9, "... Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Berkat seratus kali ganda akan diberikan bagi orang yang mengasihi Tuhan. Karena kita mengasihi Tuhan dengan kasih yang semula yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan kita, maka kita akan memberi. Memang orang memberi dengan berbagai-bagai motivasi, tetapi orang yang mendapatkan berkat seratus kali lipat adalah orang yang memberi karena motivasinya mengasihi Tuhan Yesus. Kalau kita melakukannya yaitu memberi karena mengasihi Tuhan, maka berkat seratus kali lipat akan kita peroleh.

Sebagai contoh adalah Maria, saudara dari Marta dan Lazarus, adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan Yesus. Pada suatu hari Tuhan Yesus pergi ke rumah Maria dan Marta, dan 2 bersaudara ini menyambut Tuhan Yesus. Kita perhatikan cara mereka menyambut Tuhan Yesus. Marta begitu sukacita menyambut Tuhan Yesus, karena dia begitu mengasihi Tuhan sehingga dia sibuk sekali melayani. Tetapi Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya. Marta ingin menyenangkan hati Tuhan tetapi lama-kelamaan dia menjadi stres dan mulai mengeluh, dia berkata kepada Tuhan Yesus: "... Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." (Lukas 10:40). Tetapi Tuhan Yesus menjawab dia: "... Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:41-42). Kita perhatikan bahwa orang yang mengasihi Tuhan, maka dia tahu caranya menyenangkan hati Tuhan. Memang Marta juga mengasihi Tuhan, tetapi dia menyenangkan hati Tuhan dengan caranya sendiri yaitu sibuk melayani. Tetapi yang dilakukan Maria adalah duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya.

Tuhan menyatakan bahwa itulah yang terbaik yaitu kalau kita mau menyenangkan hati Tuhan, maka kita melakukan seperti yang Maria lakukan yaitu duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya. Jadi kalau kita mau menyenangkan hati Tuhan, maka yang paling Tuhan senangi adalah kalau kita memperhatikan, membaca, merenungkan, melakukan, memperkatakan, menyaksikan Firman Tuhan, itulah yang paling menyukakan hati Tuhan. Dan apa yang Tuhan sediakan bagi orang yang menyukakan hati Tuhan? Mazmur 1:1-3, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Maria memberikan yang terbaik kepada Tuhan yaitu ketaatan kepada Firman Tuhan, dia sangat menyukai Firman Tuhan, dia duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan Tuhan. Di dalam Mazmur 1:1-3 dinyatakan bahwa kalau orang kesukaannya adalah Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam, maka ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang selalu berbuah pada waktunya, daunnya tidak pernah layu, apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Tuhan menekankan pesanNya ini selama berbulan-bulan, sebab kita tahu inilah berkat seratus kali lipat yaitu kalau kita memberikan kepada Tuhan yaitu ketaatan kepadaNya, kesukaan kita membaca Firman Tuhan, merenungkan Firman Tuhan, melakukan Firman Tuhan, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, memperkatakan Firman Tuhan, dan menyaksikan Firman Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kepada kita berkat seratus kali lipat, apa saja yang kita perbuat berhasil, jadi bukan hanya sebagian yang berhasil.

Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita akan memberikan kepadaNya ketaatan akan FirmanNya dan Dia akan memberikan kepada kita berkat seratus kali lipat yaitu apa saja yang kita perbuat berhasil.

SIKAP MARTA MENYAMBUT TUHAN YESUS

Pada suatu hari Lazarus, saudara Marta dan Maria, sakit keras dan mereka mengabarkannya kepada Tuhan Yesus. Tetapi pada waktu Tuhan Yesus mendengar bahwa Lazarus sakit keras justru Ia dengan sengaja tinggal 2 hari lebih lama. Kemudian apa yang terjadi? Lazarus mati. Pada waktu Tuhan Yesus mendengar bahwa Lazarus mati, maka Ia berkata: "... Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." (Yohanes 11:14-15). Kemudian Tuhan Yesus mengajak murid-muridNya kembali ke Betania untuk membangkitkan Lazarus. Tetapi pada waktu mereka sampai di rumah Maria dan Marta, Lazarus sudah dikuburkan.

Pada waktu itu yang menyambut Tuhan Yesus adalah Marta, dan dia berkata kepada Tuhan: "... Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." (Yohanes 11:21-22). Tuhan Yesus menjawab: "... Saudaramu akan bangkit." (Yohanes 11:23). Dan Marta menjawab lagi: "... Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." (Yohanes 11:24). Tuhan Yesus menjawab: "... Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11:25-26). Marta menjawab lagi: "... Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." (Yohanes 11:27). Di sini terjadi dialog antara Marta dengan Tuhan Yesus. Marta menunggu-nunggu, dan di dalam hatinya ia bertanya-tanya: “Kenapa Tuhan Yesus tidak bertindak apa-apa ya?” Memang Tuhan Yesus tidak bertindak apa-apa, hanya terjadi dialog antara Marta dengan Tuhan Yesus.

BERSAMBUNG....


TRIMA KASIH TELAH MEMBACA..


TUHAN YESUS MEMBERKATI..

BERJALAN DI DALAM PERJANJIAN BERKAT



Jika kita ingin sukses, satu hal yang harus diperhatikan sebelumnya adalah bahwa tujuan hidup kita bukanlah menjadi kaya. Tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Kristus. Banyak orang Kristen mencari kekayaan sebagai tujuan hidupnya dan sebagai akibatnya dia hancur. Alkitab berkata bahwa orang yang cinta uang akan menyimpang dari Tuhan (1 Tim. 6:9-10).

Jadi, apakah tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Kristus atau sukses mencari kekayaan semata? Apabila kita menjadi serupa dengan Kristus maka kekayaan sejati akan mengikuti kita. Sebaliknya apabila kita mencari kekayaan tanpa keserupaan dengan Kristus hal itu adalah kekayaan yang palsu. Di dalam kekayaan belum tentu ada keserupaan dengan Kristus, tetapi di dalam keserupaan dengan Kristus pasti ada kekayaan sejati.

Untuk menjadi sukses kita harus terus menerus berjalan di dalam keserupaan dengan Kristus. Tinggal di dalam Kristus. Kristus adalah Firman. Karena itu, barangsiapa ingin tinggal di dalamNya berakarlah di dalam firmanNya. Bagaimana caranya? Dari Yakobus 1:21:27, kita dapat melihat ada 4 langkah untuk membuat diri kita berakar kuat di dalam Firman Allah, yang kita sebut sebagai 4M.

1.    Menerima Firman (M1)
“Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu” (Yakobus 1:21). Untuk membuat seorang berakar di dalam Firman, maka langkah pertama adalah menerima firman Tuhan. Kita harus memiliki hati yang lembut (LEWAT DOA) agar firman Tuhan tertanam di dalam hati kita. Ini berbicara tentang sikap hati kita. Hati yang lemah lembut adalah hati yang tidak memberontak, tidak melawan, hati yang menyerah terhadap Tuhan, mudah dibentuk, hati yang rela, terbuka untuk dikoreksi dan dinasihati oleh Tuhan.

2.    Merenungkan/Meneliti Firman (M2)
“Meneliti hukum sempurna yang memerdekakan” (Yak. 1:25). Maksud merenungkan adalah membaca firman Tuhan dengan teliti. Banyak orang hanya membaca firman Tuhan tanpa merenungkan apa yang dibaca. Itulah sebabnya firman Tuhan tersebut tidak diserap menjadi iman. Jadi, meneliti firman artinya melihat dengan teliti, dari dekat dan dengan serius sampai kita menemukan kedalamannya. Seperti sebuah akar pohon yang terus merambat ke bawah tanah sampai menemukan sumber air. Cara meneliti Firman adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat kita membacanya.

3.    Melakukan dengan Tekun (M3)
“Bertekun di dalamnya …, sungguh-sungguh melakukannya” (Yak. 1:25). Untuk membuat seseorang berakar dan bertumbuh di dalam iman, maka tindakan melakukan firman Tuhan adalah syarat utamanya. Banyak orang percaya yang membaca firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya sehingga mereka tidak mengalami mukjizat dari Tuhan. Lakukanlah firman Tuhan terus menerus sampai menjadi kebiasaan. Sebelum melakukannya kita perlu membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

4.    Membagikan Kesaksian atau Pertolongan (M4)
“Ibadah yang tidak sia-sia adalah mengekang lidah hanya untuk menceritakan hal-hal yang memuliakan Tuhan” (Yak. 1:26). “Ibadah yang murni adalah memberi pertolongan pada orang-orang yang susah atau yatim piatu dan janda-janda” (Yak. 1:27). Kita akan sempurna berakar di dalam firman kalau apa yang telah kita alami, kita bagikan dan saksikan kepada rekan-rekan disekeliling kita. Buatlah perencanaan waktu yang jelas pada setiap harinya kapan Anda mau membagikan firman Tuhan yang didapat setelah melakukan M1, M2, dan M3.

Ketika kita melakukan 4M ini dengan konsisten, kita akan berjalan dalam perjanjian berkat Tuhan. Berjalan saja dengan penuh ketaatan di dalam perjanjian Tuhan, maka Ia pasti akan memberkati hidup Anda seutuhnya.


40 Days

Syalom... Kali Ini Saya Akan bagikan Artikel Yang Bermanfaat Bagi Kita :

DON’T WASTE YOUR LIF
(JANGAN SIA-SIAKAN HIDUP ANDA)


Mempersiapkan untuk 40 Hari Hidup dengan Tujuan
Rick Warren
Saddleback ChurchLake Forest, Calif.
September 21-22, 2002
               

Sermon Outline Notes

“Be careful how you live, not as fools but as those who are wise. Make the most of every opportunity for doing good in these evil days. Don't act thoughtlessly, but try to understand what the Lord wants you to do.”                 Eph. 5:15-17 (NLT)


3 PERTANYAAN YANG DASAR

1.         APA YANG ALLAH MAU?  SELURUH HIDUP SAYA.

Give yourselves completely to God since you have been given new life. And use your whole body as a tool to do what is right for the glory of God.”       Rom. 6:13 (NLT), Roma 6:13

“This is what the Lord your God wants you to do: Respect the Lord  and do what he has told you to do. Love him. Serve the Lord your God with your whole being.”            Deut. 10:12 (NCV), Ulangan 10:12

"No one can serve two masters. Either he will hate the one and love the other, or he will be devoted to the one and despise the other. You cannot serve both God and money.”  Matt. 6:24 (NIV), Matius 6:24
           
“In everything you do, put God first, and he will direct you and crown your efforts with  success.”     Pr. 3:6 (LB), Amsal 3:6

                       

2.         APA YANG DIPERLUKAN?  DISIPLIN.


            “Discipline yourself for the purpose of godliness.” 1 Tim. 4:7 (NASB), 1 Timotius 4:7

“Spend your time and energy in the exercise of keeping spiritually fit.” 1 Tim. 4:7b (LB), 1 Timotius 4:7b

“Let us strip off every weight that slows us down, especially the sin that so easily hinders our progress.”      Heb. 12:1b (NLT), Ibrani 12:1b


“Martha was distracted by her many tasks; so she came to him and asked, "Lord, do you not care that my sister has left me to do all the work by myself? Tell her to help me." But the Lord answered her, "Martha, Martha, you are worried and distracted by many things; but there is need of only one thing and Mary has chosen the better part...”          Luke 10:40-42 (NRSV), Lukas 10:40-42

            “God is always at work in you to make you willing and able to obey his own purpose.”         Phil. 2:13 (TEV), Filipi 2:13


3.         KENAPA SAYA HARUS MELAKUKAN INI?   SALIB.

“He died for all, that those who live should no longer live for themselves but for him who died for them and was raised again.”              2 Cor. 5:15 (NIV),  2 Korintus 5:15

“Through the blood of his Son, we are set free from our sins. God forgives our failures because of his overflowing kindness.”         Eph. 1:7 (GW),  Efesus 1:7

“Brothers and sisters, in view of all we have just shared about God's compassion, I encourage you to offer your bodies as living sacrifices, dedicated to God and pleasing to him.”           Rom.12:1 (GW), Roma 12:1

            “We beg you, please don't squander one bit of this marvelous life God has given us!”         2 Cor. 6:1 (Msg), 2 Korintus 6:1

“Lord, I have heard the news about you; I am amazed at what you have done. Lord, do great things once again in our time; make those things happen again in our own days.” Hab. 3:2 (NCV),

Habakuk 3:2

Trima Kasih Telah Membaca.. Tuhan YESUS MEMBERKATI..

Persepuluhan

PENDAHULUAN
Dalam salah satu pertemuan hamba-hamba Tuhan, seorang gembala sidang menceritakan tentang gerejanya yang saat itu sedang maju dengan pesatnya.
Pendiri gereja itu adalah seorang pendeta senior yang bernama Pdt. Tan Hok Cuan. Awal perjalanan gereja itu terasa berat dan tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Pada suatu hari Pdt. Tan Hok Cuan bermimpi. Di dalam mimpinya dia berbincang-bincang dengan Tuhan Yesus. Sementara dia berbincang-bincang, dari arah yang berlawanan ada satu orang yang berjalan mendekati mereka. Yesus menoleh melihat orang itu dan menggelengkan kepala. Bajunya yang compang-camping menunjukkan dia orang yang sangat menderita dan miskin. Tuhan Yesus bertanya kepadanya, "Ketika engkau di dunia dimana gerejamu?" Orang itu menjawab, "Gereja saya ada di Isa Almasih." Yesus bertanya lagi, "Siapa pendetamu?" Orang itu menunjuk pada Tan Hok Cuan dan berkata, "Itu pendetaku."

Tuhan Yesus mengalihkan pandanganNya pada Tan Hok Cuan dan memarai dia. Tuhan Yesus menegurnya, "Aku mempercayakan jemaatKu untuk kau gembalakan. Mengapa jemaatku jadi menderita dan miskin seperti ini? Itu adalah tanggung jawabmu. Mengapa engkau tidak mengajar
mereka bagaimana hidup dalam anugerah dan berkat Tuhan?" Ketika sedang dimarahi, tiba-tiba Pdt. Tan Hok Cuan terbangun dari tidurnya. Setelah terbangun dia mulai sadar kalau selama ini dia tidak mengajar bagaimana jemaat bisa hidup dalam anugerah, tentang bagaimana menabur supaya akhirnya bisa menuai. Juga tentang persepuluhan sehinga jemaat tidak bisa dibukakan tingkap langit dan berkat dicurahkan sampai melimpah. Dia mulai sadar dan mulai mengajarkan kepada jemaat supaya jemaat hidup bagaimana caranya bisa hidup dalam anugerah Tuhan. Ketika Firman Tuhan diajarkan, banyak jemaat mulai mengerti dan percaya. Mereka mulai mengembalikan persepuluhan dan menabur sehingga banyak jemaat akhirnya menuai dan diberkati Tuhan. Karena jemaat diberkati, mereka juga mulai banyak memberi untuk pekerjaan Tuhan sehingga gereja juga diberkati, :Sejak saat itu." kata gembala sidang tersebut, "Gereja bisa melakukan banyak pelayanan sehingga gereja bertumbuh dan banyak jiwa bisa diselematkan." Kita bisa lihat saat ini gereja Isa Almasih berkembang sampai ke seluruh Indonesia.

Ketika mendengar kesaksian ini, saya merasa ditegur oleh Tuhan. Tuhan berkata "Engkau juga sama seperti Tan Hok Cuan, engkau pendeta yang tidak berani mengajar tentang keuangan. Engkau egois, supaya tidak dianggap sebagai pendeta yang mata duitan, pendeta suka berkhotban tentang uang. Engkau sedang melinduni dirimu sendiri supaya dianggap sebagai pendeta yang baik, padahal jemaat sedag menderita dan kekurangan." Tuhan berkata kalau saya tidak mengajar tentang keuangan, bagaimana jemaat bisa diberkati oleh Tuhan karena menabur dan menuai, karena mengembalikan perepuluhan sehingga merasakan tingkap-tingkap langit dibukakan dan berkat Tuhan dicurahkan dalam hidup mereka. Tuhan ingin saya melakukan apa yang diajarkan Firman Tuhan, mengajarkannya pada jemaat supaya mengerti dan melakukannya sehingga jemaat dan gereja pun diberkati.

Untuk itu penting sekali kita belajar tentang perepuluhan. Ketika kita mengembalikan persepuluhan bukan nilai uangnya yang menjadi masalah atau membuat pendeta bertambah kaya, tapi ketaatan kita pada Firman Tuhan. Allah kita adalah Allah yang kaya yang memiliki seluruh dunia ini, bahkan Dia yang memberikan apa yang ada pada kita saat ini. Dengan memberikan persepuluhan, kita sedang melakukan ketetapan Tuhan sehingga Tuhan akan memenuhi janjiNya untuk mencurahkan berkat dalam hidup kita sampai berkelimpahan.

BAB 1
Tuhan memulihkan umatNya

A. Pemulihan yang dilakukan Tuhan
Dalam Hagai 1 diceitakan pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam keadaan yang menderita. Mereka hidup di dala mkesedihan ,sakit penyakit dan kemiskinan. Dalam keadaan seperti itu mereka berseru kepada Tuhan untuk minta pertolongan dan kasih karunia Tuhan. Tuhan menyuruh mereka untuk membangun bait Allah dan mereka melakukannya kemudian Tuhan berjanji bahwa berkat akan dicurahkan sampai melimpah dalam hidup mereka. Setelah bait Allah selesai dibangun, Firman Allah mulai diajarkan kembali engan baik. Setiap bagian Firman Tuhan mulai diajarkan kembali supaya mereka mengerti seperti apa petunjuk Tuhan sehingga umat Allah melakukannya dan mengalami pemulihan. Di kitab Maleakhi ada beberapa pemulihan yang diajarkan Tuhan. Yang pertama adalah bagaimana motivasi dan pelayanan imam-imam harus dipulihkan supaya terjadi pemulihan didalam bangsa itu. Yang kedua adalah pemulihan keluarga. Rumah angga harus dibangun sesuai dengan Firman Tuhan supaya rumah tangga dipulihkan. Bila rumah tangga tidak dipulihkan maka kasih karunia Allah tidak bisa datang dalam hidup mereka. Sedangkan yang ketiga adalah pemulihan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Persepuluhan dan persembahan khusus harus diajarkan supaya umat Allah megalami pemulihan dan mendapat kasih karunia dari Allah, bisa keluar dari keterpurukan, penderitaan dan segala kutuk yang menekan mereka.

b. kasih Tuhan tidak berubah atas kita
Tuhan sedang menyampaikan kepada umatNya bahwa Tuhan tidak pernah berubah dan kasihNya tetap bagi kita. Dia tetap mengasihi dan memberkati kita, apapun keadaan kita, sekalipun kita berbuat yang tidak baik maupun dalam keadaan terpuuruk. Tuhan ingin bani Yakub atau bani Israel, yang berbicara tentang kita juga, tetap ada dan menjadi bangsa yang luar biasa. Jadi di ayat 6 ini kita diingatkan terlebih dahulu bahwa kasih Allah tidak berubah. Allah selamnya sama. Dulu Dia mengasihi dan pernah menoong kita, maka sekarang bahkan untuk masa depan kita, kasih dan rencana Allah yang luar biasa tetap tersedia bagi kita. Kemudian di ayat 7 dijelaskan tetang banyak hal. Yang pertama, "Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya...." (ayat 7a). Di ayat ini Tuhan sedang mengingatkan apa yang sebenernya telah membuat mereka menderita. Kasih Allah tidak berubahm tapi Firman Tuhan tidak dilakukan lagi. Itu yang menyebabkan mereka tidak bisa menerima anugerah dan mengalami rencana Allah. Segala sesuatu yang sebenernya sudah disediakan Allah bagi mereka.

Hal itu juga yang membuat kita kadang-kaang tidak bisa mengalami berkat dan mujizat Tuhan secara nyata. Tuhan ingin melakukan mujizat, melindungi, danmemberkati, tapi kitalah yang sering berubah. Kita menderita karena kita tidak taat melakukan Firman Tuhan dan menyimpang dari ketetapan Tuhan. Kita tahu bahwa kita diperintah untuk memanggil Allah itu Bapa. Allah adalah orang tua, sedangkan kita adalah anak-anakNya. Setiap orang tua pasti memiliki aturan tertentu yang harus dilaksanakan oleh anak-anaknya dengan tujuan supaya mereka mengalami anugerah dan memiliki masa depan yang cerah. Segala perintah yan gdiberikan orang tua kepada anaknya adalah untuk kebaikan mereka. Tapi tergantung pada anak itu, kalau anak itu tidak percaya pada orang tuanya, terus melanggar nasihat orang tuanya, maka hidupnya tidak terarah dan kacau. Sedangkan kalau anak itu mau percaya dan taat pada orang tua, maka perjalanannya akan terarah dan sampai pada apa yang diinginkan orang tuanya yaitu kebaikan bagi mereka.

Demikian juga dengan Allah yang adalah Bapa kita. Tuhan memberikan FirmanNya supaya kita mengalami kebaikan yang udah dipersiapkan bagi ktia.

Alkitab menceritakan tetang Adan dan Hawa yang ditempatkan di Taman Eden yang subur dan makmur. Allah sangat mengasihi mereka, tapi mengapa mereka hidup menderita ?? Bukan karena kasih Allah yang berubah, tapi kita yang brubah dengan melanggar ketetapan Allah. Itulah yang membuat penderitaan datang mengubah hidup kita dari keadaan yang penuh anugerah Allah menuju keadaan yang penuh dengan kesengsaraan

MENGAPA ANDA DISEBUT KRISTEN?

Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. Kisah Para Rasul 11:26
Pernahkah kita memikirkan mengapa kita itu disebut Kristen?
Dalam kehidupan sehari-hari, maka nama Kristen itu biasa-biasa saja. Kadang-kadang dihubungkan dengan sesuatu yang berbau Barat. Atau kadang-kadang dihina. Di beberapa tempat nama Kristen itu membawa seseorang ke dalam bahaya. Pengikut-pengikut Yesus telah disebut Kristen, sejak orang mengenal Injil Yesus Kristus dan melihat dalam diri pengikut-pengikut-Nya sesuatu yang menyerupai Dia.

Kita sedang masuk dalam program SPK, yang berarti SAYA PENGIKUT KRISTUS. Ini membawa konsekuensi yang besar. Mengapa?

Kristus berkata, "Barangsiapa mengikut Aku, ia harus menyangkal diri dan memikul salib-Ku." Ini berarti setiap hari aku harus dipaku! Kita kedepankan kepentingan orang lain dan bahkan menderita pikulan salib.Bila Kristus adalah Terang Dunia, maka pengikut-Nya demikian pula adalah terang dunia. Sekeliling kita menjadi cerah dan gembira dengan keberadaan kita di tengah mereka. Segala sifat-sifat Tuhan Yesus akan kelihatan pada diri pengikut-pengikut-Nya. 

Selama beberapa minggu, kita akan sehingga karakter kita berubah, menjadi karakter-Nya Kristus. Sebagaimana Kristus diurapi untuk memberitakan kabar kesukaan kepada orang miskin dan membebaskan orang tawanan, mencelikkan mata orang yang buta serta melepaskan belenggu, maka kita yang menjadi pengikut Kristus akan berbuat demikian pula. Urapan atas hidup ini bukan sia-sia, tetapi akan dipergunakan untuk menolong orang lain. Kita bersama para Pembina kita akan berubah, menjadi orang dengan karakter Kristus. 
Di mana anda berada, orang merasa ada Kristus. Karena itu hargailah panggilan atas diri anda: Anda adalah seorang Kristen! Hidup seperti Kristus!